Pembinaan Pencak Silat

Saya mendapatkan amanah dari 13 perguruan Silat se-Kab. Kolaka untuk memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kab. Kolaka. Mereka memilih saya secara aklamasi melalui Musyawarah Daerah yang dilaksanakan pada bulan September 2018.

Terbersit dihati, bahwa ini adalah tugas yang cukup berat, mengingat Kab. Kolaka terpilih sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) Sultra XIII tahun 2018. Dalam catatan sejarahnya, Cabang Olahraga silat selalu mengalami kegagalan menyelesaikan pertandingan dan selalui di akhiri dengan kericuhan. Hal ini berlangsung sejak Porprov Sultra tahun 2011 di Kab. Konawe Selatan dan berlanjut di kericuhan itu pada Porprov Sultra tahun 2014 di Kab. Buton Utara.

Salah satu indikator suksesnya penyelenggara Pekan Olah Raga Provinsi adalah terlaksananya semua cabang olahraga yang dipertandingkan di Poprov sebagai ajang seleksi dan evaluasi setiap cabang olahraga menuju Pra PON.

Dalam pelaksanaan pertandingan Pencak Silat di Kab. Kolaka, juga sempat diwarnai dengan kericuhan. Kegaduhan itu terulang kembali. Ada beberapa problem mendasar yang menjadi penyebab kericuhan ini, yaitu; untuk pertama kalinya cabang olahraga pencak silat menggunakan alat digital scoring. Dimana penilaian setiap juri akan langsung terlihat oleh penonton di infokus. Penggunaan teknologi yang tidak tersosialisasi tentang mekanisme koreksi menimbulkan kecurigaan dua pihak yang saat itu sedang berlaga yaitu kontingen Kota Kendari vs Kab. Muna. Ketua Pertandingan dan dewan wasit/juri mendapat kecaman dan intimidasi dari dua kubu yang berlaga dan akhirnya pertandingan dinyataakan bubar dan para wasit/juri yang sedang terancam keselamatannya memilih untuk pulang. Pertandingan Silat akhirnya mandeg sehari.

Kekosongan itu, kemudian kami manfaatkan untuk membangun silaturrahim dengan para ketua IPSI Kab./Kota se-Sultra agar terbangun kesadaran untuk mensukseskan kegiatan ini.

Untuk berjaga-jaga jika sekiranya Wasit/Juri tidak kembali lagi ke arena pertandingan, maka saya bersama para ketua IPSI Kab./Kota se-Sulawesi Tenggara menyiapkan rencana cadangan untuk melanjutkan pertandingan tersebut. Hal ini disetujui oleh Ketua IPSI Sultra dan KONI Provinsi dengan catatan, jika sekiranya wasit/juri berkenan kembali ke arena maka wasit/juri cadangan yang kami bentuk akan melebur kembali dan menyerahkan tugas pertandingan kepada mereka.

Alhamdulillha, akhirnya wasit/juri dan ketua pertandingan berkenan kembali melaksanakan tugasnya dengan sejumlah persyaratan. Berkat dukungan dan kesepahaman yang tercapai diatara rekan-rekan ketua IPSI Kab./Kota se-Sultra dan backup dari tim pengamanan, maka pertandingan pencak silat berhasil hingga ke laga final. Dari kami IPSI Kab. Kolaka sempat meraih; 1 Emas, 1 Perak, dan 5 Perunggu.

Demikian catatan singkat saya terkait pelaksanaan cabor Pencak Silat. Mari kita senantiasa melestarikan Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa, dengannya Indonesia dikenal di manca negara, welas asih dan cinta persaudaraan.

Tags: