Pemuda adalah Harapan Bangsa

img_2834
Kami Baru saja selesai Rapat Gabungan Komisi-Komisi, dengan acara pokok Pembahasan 3 (Tiga) Raperda inisiatif DPRD Kab. Kolaka. Dua Perda murni bersifat inisiatif yaitu;

  1. Raperda ttg Pemberdayaan Pemuda.
  2. Raperda ttg Pelestarian Nilai Budaya dan Nilai sejarah serta pengelolaan cagar budaya di Kab. Kolaka.
  3. Raperda ttg Hak Keuangan dan Administratif Pumpinan dan Anggota DPRD Kab. Kolaka (Perintah PP 18 tahun 2017).

Kami perlu memberi catatan terhadap Raperda tersebut, khususnya terkait tentang Kepemudaan. Kami berharap dapat menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya dalam rangka kesempurnaan Raperda ttg Pemberdayaan Kepemudaan, oleh karena itu dalam rapat tadi sy minta agar penetapannya diundur ke bulan Agustus tahun ini (2017) Karena kami di DPRD, khususnya saya pribadi selaku Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kab. Kolaka sampai hari ini belum mendengarkan aspirasi organisasi-organisasi kepemudaan atau yang berhimpun dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang saat ini dinakhodai oleh Bung Akbar Dili selaku Ketua dan Bung Musdalim Zakkir selaku Sekertaris.
Selain meminta pengunduran waktu penetapan, saya juga meminta secara khusus kepada Komisi I dan Badan Pembentukan Perda DPRD dan Pemda Kolaka melalui bapak H. Andi Zulkarnain selaku Asisten III yg hadir dalam rapat gabungan komisi tersebut agar dalam Raperda ttg Pemberdayaan Pemuda ini dirubah judulnya menjadi Raperda Kepemudaan, hal ini bertujuan untuk meluaskan manfaat Perda tersebut ke dalam 3 aspek, yaitu; Pelayanan, Pemberdayaan dan Pengembangan. Pandangan saya ini sejalan dengan UU No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan. Mohon kiranya teman-teman di DPRD dapat memahami maksud saya.
Jadi intinya, jika kaum muda ingin diperhatikan, dilayani, diberdayakan dan dikembangkan maka melalui Raperda ini kita berikan masukan kepada DPRD dan Pemda. Saya disini mendengarkan.