Listrik di Kolaka BYAR PET, Kami Mempetisi PT. PLN

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh teman-teman yang telah ikut bertandatangan saat kami mempetisi PT. PLN (Persero) pada tanggal 30 Mei 2017.
Untuk melihat isi petisi dan atau ingin ikut bertandatangan secara digital klik/tap disini
Pada tanggal 9 Juni 2017 saya dan mantan Kadistamben Kab. Kolaka Bpk. Dr. Ahmad Yani telah berkunjung ke kantor PLN Pusat di Jakarta.

Bertemu dengan Bpk. Idhian selaku Head of Sulawesi and Nusa Tenggara Development Division (baju batik merah marun) dan Bpk. I Nyoman Sujana selaku Manajer Senior Perencanaan dan Pengendalian Divisi Pengembangan Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Tiga poin penting yang saya sampaikan dalam pertemuan ini;
Pertama,Perbaikan sistem pengaman jaringan distribusi di 5 feeder (jalur) agar dilengkapi dengan RECLOSER agar bila terjadi gangguan di salah satu feeder maka tdk mengganggu sistem kerja pembangkit sehingga 4 feeder tetap bisa berfungsi. Karena arus balik dari feeder yang terganggu tidak balik menghantam pembangkit, jadi BYAR PET (mati-hidup) terjadi hanya pada spot yang terkena gangguan alam.
Kedua; agar PLN dan kontraktornya jangan malas memantau dan memangkas pohon-pohon yang rawan bersentuhan dgn jaringan distribusi yang akan disalurkan ke konsumen karena gangguan alam seperti angin kencang, pohon melintang ditas kabel, dan binatang cukup siginifikan menjadi penyebab trip (off).
Ketiga;Antam bisa jadi menghentikan supply 5MW ke PLN jika sistem pengaman tidak segera dipasang, karena dapat merusak pembangkit listrik tenaga uap milik PT. Antam. Demi menjaga kerjasama tersebut PLN semestinya meningkatkan pengaman sistem jaringan distribusi.
Saya M. Anis Pamma selaku Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kab. Kolaka dan Bung Akbar Dili selaku Ketua DPD KNPI Kab. Kolaka akan menutup petisi ini dan menyatakan kemenangan jika peralatan jaringan pengaman distribusi listrik yang kami minta dalam petisi ini telah dipasang agar listrik dapat disuplai ke rumah pelanggan secara stabil.