Kisah dari Matsnawi

Suatu hari Nabi Musa as memohon kepada Tuhan,
“Duhai Tuhan yang Maha-Mengetahui dan Maha-Bijaksana! Apakah hikmah penciptaan tentang sesuatu, mengapa Engkau menciptakan sesuatu lalu pada akhirnya ciptaan tersebut sirna? hewan-hewan yang begitu indah telah Engkau ciptakan, tapi mengapa engkau kembali menghancurkannya?”
Lalu Tuhan menjawab,
“wahai Musa! Aku tahu bahwa pertanyaanmu bukan tanda dari kejahilan dan pengingkaran, sebab Aku telah mengajarkanmu tentang beradab. Jadi aku tahu bahwa engkau ingin memahami rahasia dan hikmah perbuatan-Ku sehingga akan kau pahami mengenai penciptaan yang berlangsung terus menerus. Dan demikian pula engkau akan memberikan pencerahan kepada ummat manusia mengenai hal tersebut. Pertanyaanmu berawal dari sebuah pengetahuan. Jadi pertanyaan berawal dari sebuah pengetahuan demikian pula jawabannya. Bahkan kesesatan pun berawal dari pengetahuan demikian pula hidayah dan pertolongan. Sebagaimana kawan dan musuh, keduanya berawal dari pengetahuan”
Kemudian Tuhan melanjutkan penjelasannya,
“Wahai Musa, agar supaya engkau memahami dengan baik pertanyaanmu, maka tanamlah bibit gandum dan tunggu hingga bibit itu menjadi biji gandum”
Nabi Musa as segera menanam bibit gandum dan menunggunya hingga biji gandum keluar.
Setelah biji gandum keluar, Nabi Musa as mengambil alat perlengkapan untuk menuai bijinya.
Kemudian suara Tuhan terdengar dan memanggil Musa, Wahai Musa! bukankah engkau telah menanam bibit tapi mengapa engkau memisahkan bijinya?
Kemudian Musa as menjawab, “Tuhan . . . dalam biji ini tersembunyi gandum yang sangat berguna dan bermanfaat dan sungguh tidak tepat jika membiarkan biji gandum tetap tinggal di antara jerami, sebab itu langkah terbaik adalah memisahkan jerami dari gandum”
Lalu Tuhan bertanya pada Musa, “darimana engkau dapatkan pengetahuan ini?”
“Engkaulah yang memberikan kekuatan dalam memahami dan mempersepsi sesuatu”, Jawab Musa.
Lalu Tuhan menjawab, “karena itu pahamilah, bagaimana mungkin engkau punya kekuatan dalam memahami sedangkan Aku tidak!!! Diantara badan-badan yang ada pada ciptaan, terdapat ruh-ruh yang baik dan juga ruh-ruh yang buruk,
Sebab itu sebagaimana gandum mesti dipisahkan dari jerami, demikian pula orang-orang baik mesti dipisahkan dari orang-orang buruk. Aku ciptakan segala makhluk di alam ini sehingga mutiara hikmah-hikmah yang tersembunyi menjadi nampak”.
Kemudian Rumi berpesan;
“Tuhan menampakkan keindahannya yang tersembunyi dengan menciptakan manusia dan alam ini. Wahai manusia, engkau pun adalah mutiara yang tersembunyi di dalam jiwamu, maka nampakkanlah”
@ruminstitute
Sumber: Kisah dari Matsnawi | Rumi Institute