Dialog Imajiner (Cebong vs Kampret)

Bro: Terima kasih kamu sudah bela Jokowi

Me: Sudah tugas kami mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Bro: Selamat bergabung sebagai cebong

Me: Sorry lah ya.. Saya bukan Golongan Cebong dan bukan juga Golangan Kampret. Saya Golongan Karya.

Bro: Trus kemarin kamu posting status facebook minta waktu 4 menit kepada netizen utk memikirkan keberhasilan Jokowi itu maksudnya apa.. hayoo.

Me: Owh.. itu. Sudah begitulah partai Golkar dengan doktrin karya kekaryaan. Selalu berada di posisi pemerintah.

Bro: Berarti Golkar opportunis dong..

Me: Tidak juga, ceritanya panjang. Golkar pernah terlibat dalam dominasi politik yang disebut Jalur ABG. A = Angkatan Bersenjata. B = Birokrasi. G = Golongan Karya. 3 kekuatan ini yang menstabilkan Indonesia secara politik selama ini. Sekarang sisa G saja, A dan B disuruh netral. Doktrin itu masih melekat hingga kini meskipun Golkar telah mengalami transformasi menjadi partai Modern.

Bro: Please, jelaskan lebih detil tentang Karya Kekaryaan.

Me: Dengan doktrin karya kekaryaan Partai GOLKAR berorientasi pada program(program oriented) dan atau pemecahan masalah (problem solving), bukan berorientasi pada aliran atau ideologi (ideology oriented). Makanya Golkar tidak suka kalau kalian saling gaduh.. ekonomi terganggu, rakyat jadi sengsara. Fokus kami kesejahteraan rakyat. Kalian cebong harus akur lagi sama kampret. Jangan mau diadu domba.

Mari kita lewati pemilu dengan damai. Siapa yang menang itu rezekinya.