Biografi

8rwANIS – Nama lengkapnya Muhammad Anis Pamma, Lahir di Bone, 27 Juni tahun 1978 dari pasangan H. Pamma (Ayah) dan Hj. Rosnani (Ibu).
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar bakat kepemimpinannya sudah mulai terlihat. Pada tahun 1991 dia sekolah di Pesantren Modern IMMIM Makassar, di pesantren inilah dia belajar agama, pembentukan karakter dan kedisiplinan dari gurunya Prof. Dr. Ashar Arsyad, MA.
Pendidikan pesantren telah menempa dirinya untuk belajar mencapai target yang diberikan. Misalnya; untuk dapat naik kelas 2 SMP/Tsanawiyah harus menghafal Al-Quran Juz Amma dan 1000 kosa kata bahasa Inggris. Dan masih banyak syarat-syarat tambahan lainnya yang tidak dijumpai di sekolah umum.


Sebelum bersentuhan dengan dunia politik, Anis Pamma adalah sosok organisatoris di kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang. Kampus hitam ini menerapkan sistem paket perkuliahan yang nyaris tidak memberi ruang kepada mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan organisasi. Namun Anis mampu mensiasati padatnya jadwal perkuliahan.  Dia Menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Niaga pada tahun 1998-1999 dan pada tahun 1999-2000 mendapat amanah untuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Selepas masa perkuliahan tahun 2001, Anis Pamma kembali di Kabupaten Kolaka, hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai pemerhati yang kerap pandangan-pandangannya berseberangan dengan Pemerintah Daerah kala itu. Dalam melontarkan kritikannya, Anis lebih memilih lewat menulis Artikel atau berdiskusi langsung dengan Stake Holder ketimbang harus turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.


Menikah pada tahun 2002 dengan Hj. Kiki Mariyanti binti H. Kamba dikaruniai 2 orang putera yang bernama; Jausayan Husain (2003), Ali Reza (2005). Namun pernikahan itu mengalami kegagalan. Pada tahun 2007 menikah untuk kedua kalinya dengan Samsuriani binti Andi Syahruddin dikaruniai seorang putera bernama Muhammad Aqsa Pamma (2008).
Semangatnya berorganisasi tidak pernah pudar, berkecimpung dalam berbagai organsasi seperti; Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Dan menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Kab. Kolaka pada tahun 2012-2015. Selain berorganisasi, Anis juga sangat gigih dalam bidang kewirausahaan dan terkadang diundang menjadi narasuber pada kegiatan seminar kewirausahaan, maupun pelatihan² kewirausahaan. Salah satu pelatihan kewirausahaan yang pernah dilaksanakan bersama rekan-rekannya dalam kepengrusan KNPI yang dipimpinnya adalah pelatihan pengolahan kelapa menjadi multi produk yang tempat pelaksanaannya dipusatkan di Desa Horongkuli, Kec. Toari, Kab. Kolaka. Dia mendatangkan ahli dari Yogyakarta untuk melatih pemuda Kolaka dan masyarakat setempat. Program tersebut mendapat apresiasi dan dukungan Pemerintah Kab. Kolaka.
Selama masa-masa kepengurusannya sebagai Ketua Pemuda/DPD KNPI Kolaka, Anis telah mendedikasikan dirinya untuk melayani masyarakat. Hingga akhirnya beberapa kali mendapatkan penghargaan, yang antara lain; Anugerah Pemuda Inspiratif diberikan oleh DPD KNPI Sulawesi Tenggara pada tahun 2014 dan Tokoh Muda Berpengaruh di Sulawesi Tenggara diberikan oleh Harian Rakyat Sultra pada tahun 2015. Modal sosial ini kemudian mengantarkan dirinya untuk terpilih sebagai Anggota DPRD Kab. Kolaka pada pemilu 2014.


Selain bidang kewirausahaan, Anis juga merupakan praktisi dibidang Ekspor-Impor.
TPK KOJA, Simulasi Export-Import
TPK KOJA, Simulasi Export-Import

Pada Januari 2016, Anis mulai merancang sebuah proyek inovasi dibidang perdagangan internasional yang diberi judul Kolaka trade to Europe.Proyek inovasi ini bertujuan untuk mendorong masyarakat Kab. Kolaka melakukan transformasi agriculture menuju agro industri. Proyek inovasi ini sementara dalam proses persiapan. Gagasan ini lahir sejak dia mulai terjun dalam perdagangan rempah-rempah.
Anis memandang Kab. Kolaka dan Sulawesi Tenggara pada umumnya memiliki potensi untuk berkembang melampaui daerah² lainnya di Sulawesi, kekuatan berupa produksi hasil bumi yang melimpah dan variatif serta ditunjang dengan pelabuhan² kontainer. Dia berkata “ini adalah peluang dan tantanganya hanyalah; akses-pasar, modal, dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan kapasitas produksi”.
Dia tidak akan berhenti hingga apa yang diperjuangkannya telah tercapai. Bahkan Setiap kali dia melihat Mother Vessel di teluk Bone memuat Nickel di Pomalaa, maka dia pun berkata, bahwa kelak Mother Vessel yang masuk ke teluk ini tidak saja datang untuk mengangkut Nickel, tapi juga mengangkut hasil-hasil pertanian yang telah mengalami proccessing(pengolahan). Ini menjadi salah satu hal yang diperjuangkannya.